√ teknik follow up customer dengan kata kata sederhana agar 99% closing

Sebagai pebisnis online, pasti kita pernah mendapat php dari pelanggan katanya transfer hari ini, tapi tidak jadi, ada yang alasan tanya suami dulu, ada yang transfer besok pas gajian, dan lain lain.

Nah karena itu tanpa sebuah follow up yang tepat akan sulit membuat pelanggan yang sudah mulai bertanya-tanya tentang produk yang kita jual melakukan transfer sebagai tanda jadi transaksi pembelian.

Yuk masuk ke pembahasan cara follow up customer agar cepat closing.

Cara follow up custom yang belum bayar agar cepat closing

7 tips follow up customer agar cepat closing

Apa itu follow up?

follow up adalah tidak lanjut kita sebagai penjual dalam konteks bisnis online,

dimana yang kita lakukan nanti adalah kembali menghubungi mereka yang sudah tanya tanya tentang produk kita

dan memberinya sebuah penawaran kembali, agar mereka mau membeli produk yang kita jual.

follow up sendiri terbagi dua

  • follow up before sales adalah follow up sebelum penjualan, dimana nanti yang di gunakan adalah berbagai metode yang membantu anda untuk membuat si customer segera deal dengan pembeliannya
  • follow up after sales adalah follow up setalah terjadi penjualan, yaitu tetap membangun hubungan erat dengan pelanggan anda, yang nantinya bisa anda tawari produk anda yang lain.

TAPI DISINI KITA AKAN FOKUS KE FOLLOW UP YANG BEFORE SALES

Beda customer beda cara follow up nya.

bisa kita lihat contoh gambar diatas tadi,

ada yang belum terlalu butuh tapi rasanya kok ingin beli ada yang karena kebetulan melihat promosi iklan jadi mau sekalian beli.

bahkan ada yang bertanya ke dirinya sendiri kenapa beli.

nah karena itu anda juga harus paham sebenarnya berada d fase mana kah pelanggan anda berada sekarang.

untuk mempelajarinya anda bisa baca di Pembagian jenis market yang harus anda ketahui.

Cara follow up customer lewat whatsapp,sms,telpon beserta contoh kata-kata nya

tanpa basa basi yang terlalu banyak yuk langsung ke cara follow up customer agar cepat terjadi closing dan penjualan, tanpa ribet.

contoh kata kata follow up ini bisa anda gunakan melalui chat sms maupun telpon pola nya akan selalu sama.

tinggal kitanya yang harus pinter mengetahui follow up seperti apa yang cocok untuk pelanggan kita saat itu.

BACA JUGA : Cara Menambahkan Teman Tertarget Di Facebook

ajukan pertanyaan yang berasumsi bahwa calon customer kita akan selalu menjawab “IYA”

disini trik follow up dimulai, untuk memfollow up calon pembeli anda pastikan petanyaan anda mengasumsikan jawab mereka adalah “IYA”, jangan sampai salah petanyaan.

contoh pertanyaan yang salah

“mbak jadi beli bukunya nggak?”
“jadi beli produk kami nggak mbak?”

itu adalah contoh pertanyaan yang tidak boleh anda gunakan.

karena akan mengasumsikan kata tidak, coba ketika anda memberikan pertanyaan itu kepada calon pembeli anda, lalu di jawab “tidak”, anda bisa apa?

lebih baik ajukan pertanyaan yang mengasumsikan “YA”

berikut contoh pertanyaan yang benar

“mbak bukunya mau dikirim sekarang atau besok?”
“mas jadinya mau transfer siang nanti atau sore?”

dan jika di teruskan akan terlihat polanya yaitu seperti ini

“nama panggilan + predikat + asumsi A atau asumsi B”

Tanyakan kenapa mereka mau beli produk anda.

agar tidak belibet, saya berikan contoh saja,

“halo kak, kalau boleh tahu kenapa ya kak kok ingin membeli produk dari kami”

begitu di tanya seperti itu kebanyakan calon pembeli kita akan menjawab

“oh iya, karena saya begini begini begini “

nah dari situ kita akan menancapkan asumsi ke pikiran pelanggan  kita bahwa mereka benar-benar ingin membeli produk yang anda jual.

hal ini akan menghilangkan fokus pelanggan kita ke arah pasti beli, dan menghilangkan pikiran serta alasan lain yang membuat customer kita tidak jadi beli.

Berikan testimoni kepada calon pembeli anda, agar cepat closing

seperti yang saya bagikan di atas, anda harus tahu di bagian market mana customer anda berada,

contoh : jika prospek anda orang yang belum pernah bertransaksi kepada anda, tentu akan sangat membantu follow up yang dilakukan dengan memberikan testimoni.

namun ketika yang difollow up adalah customer lama anda, mungkin tidak perlu di berikan testimoni lagi, cukup dengan poin pertama yang pertama tadi.

saya harap anda sudah paham ya.

Doain calon pembeli anda

cara selanjutnya adalah langsung tembak bagian emosi mereka.

contoh

“Semoga bapak/ibu ketika membeli mobil ini selain nyaman di gunakan juga menambah keamanan bapak/ibu dijalanan, jadi mau yang tipe apa ya?”

Tanyakan pertimbangan mereka

yang menjadi tantangan kamu disini adalah kira-kira apa yang menyebabkan mereka belum mau deal/transfer membeli produk anda.

bisa kamu coba pakai kata-kata ini.

“oh iya, apakah kakak masih bingung dengan produknya?”
“mungkin ada yang bisa kami bantu lagi kak?”

Diskon masih jadi hal utama yang mendukung closing

jika cabuy (calon buyer/pembeli) anda sedikit belibet alias agak ribet tawarkan diskon aja. diskon masih jadi hal yang sangat mendukung terjadinya closing.

“oh iya, spesial buat kakak karena baru pertama belanja disini, kami berikan kakak diskon 10%, atau sekalian beli 2 harga normal tapi gratis ongkir, mau yang mana kak?”

kebayangkan, pembicaraan kamu dengan cabuy mu  mengarah ke mana? yap tepat ke arah deal, dan closing.

Gunakan teknik besok harga naik

teknik ini selain mempercepat closing juga memudahkan anda untuk memilih mana yang di utamakan untuk di follow up, kebanyakan di gunakan oleh para pemain properti.

tujuannya agar menempatkan asumsi di cabuy anda

 “wah, besok harga naik. jika saya beli sekarang saya akan dapat harga yang lebih murah”

gimana menarik bukan, tips ini adalah salah satu tips yang wajib anda gunakan.

Apakah kita harus selalu memfollow up customer?

jawabannya adalah tergantung anda, karena keadaan dilapangan tidak bisa dipastikan.

jika memang butuh follow up dan ya lakukan untuk tips nya sudah saya jelaskan di atas, hal itu juga berguna dipakai untuk membantu proses closing via whatsapp.

jika tidak karena memang hanya pelanggan yang iseng tanya-tanya doang, tinggalkan saja tidak usah memaksa menahannya.

BACA JUGA : Ide Konten / Postingan Instagram

nah mungkin sebagian dari anda masih kurang begitu mengerti apa yang di maksud dengan follow up

sekali lagi tentang follow up ini bukanlah sebuah keharusan, sifatnya relatif tergantung keadaan, dan anda yang menentukan harus melakukannya atau tidak, jika memang harus melakukannya saya sudah berikan tips nya di atas.

Tinggalkan komentar