Kebaperan

pertemuan dengan mu terlalu indah, ucapan lembut dengan nada rendah meneduhkan hatiku, pandangan lembut sayu membekukan tubuhku.

sekian lama aku menutup hati, kehadiranmu tanpa permisi masuk dan membangunkan hatiku.

kamu, datang tak terduga membuka hatiku tanpa sengaja.

kebaperan


aku tak sanggup menahan banjir cinta dari dalam hatiku. ingin ku ungkapkan semuanya. tapi, aku takut banjir cintaku justru menenggelamkan dan membunuh kedekatan kita.

selalu aku mencari adakah yang tersirat di balik setiap tingkahmu..

di setiap pandangan matamu, adakah suatu tanda yang sengaja kamu berikan..

setiap senyummu membuatku menebak-nebak apa yang ada di pikiranmu..

hari-hari ku selalu tentang kamu, lamunanku penuh berisi bayang-bayangmu.

ekspetasi-ekspetasi hal indah bersamamu berputar-putar di kepalaku.

bangun pagi disambut senyum manismu,
digenggamnya lembut jemariku dengan jemarimu,
membelai rambutmu,mencium keningmu, memelukmu..

memandang paras cantikmu, dipandang pandanganmu yang menyejukkan, mendengarkan tutur katamu yang sopan, yang menjadikanku seorang yang sangat kasar jika marah padamu sedikitpun.

menjalani setiap hariku bersamamu. ingin, aku sangat menginginkan dirimu yang menemaniku di usia yang akan datang, sampai batu nisan berada diatas kepalaku.

sungguh aku sangat kebaperan dengan segala sikap dan sifatmu, tak sanggup lagi aku menahan ombak cinta, tak lagi banjir, cinta ini sudah menjadi tsunami.

mengiringi tumpahnya cahaya dari bulan purnama,  kutumpahkan segala perasaanku padamu.

namun jawabmu memecah gelombang cintaku, mensurutkan ombak cintaku, membekukan pikiranku, menghancurkan segala ekspetasiku.

aku terlalu lemah menghadapimu, hampir saja tangisan hatiku berwujud sebuah air mata nyata. aku malu!!

kecewa, sakit dan segala perasaan sedih merasuki semua bagian tubuhku.

tapi kamu mengajariku bahwa cinta memang tak harus memiliki.

bahwa cinta memang tidak bisa di paksakan.

dan terkadang mencintai memang tanpa harus di cintai.

walaupun tidak berbalas, dengan caraku, aku tetap mencintaimu.

meskipun di hatimu tidak ada aku, tapi namamu akan selalu ada dalam doaku.

0 Response to "Kebaperan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel