Belum Berakhir

kurasa aku sudah melakukan semuanya, dari A-Z.
aku tak sanggup lagi,  pikiranku tentang ini adalah akhir tak bisa terbendung lagi.

senja merah kekuningan di ufuk yang mulai barakhir seakan memberi petunjuk.

apakah usahaku hanya harus sampai disini.

ingin rasanya aku membanting smartphone ku karena banyak nya notifikasi tagihan bulanan.



usahaku yang mulai bangkrut seakan melambai-lambai ingin di jual.

hidup di kontrakan yang sederhana mulai memasuki lamunanku.

aku tak tega jika harus hidup susah dengan istriku yang di besarkan oleh orang tunya dengan penuh kasih sayang.

tapi pengeluaran yang tak terbanding dengan pemasukan membuat berbagai niat jahat meracuni pikiranku.

lampu taman yang otomatis menyala membuyarkan lamunanku.

sudah bulat niatku untuk mengakhiri semua usahaku.
menjual perusahaan, rumah kemudian hidup di kontrakan sudah menjadi pilihan terbaik untuk saat ini mulai.

senja dan mega sudah tenggelam habis, kesedihan dan segala pikiran tertekanku lebur dengan senyuman manis istriku dan tingkahnya yang selalu bersemangat.

bintang-bintang mengiringi perkataan lembut istriku, pembahasan tentang kehidupan kami berdua mulai mendalam.

satu perkataan yang sangat aku ingat "... belum berakhir."

mungkin aku sudah mencoba semua cara dari A-Z tapi aku melupakan cara AA,AB,AC dan seterusnya..

aku mulai sadar "selalu ada jalan" bukanlah kata biasa, tapi memang selalu ada jalan.

jika tidak menemukan jalan, bertanyalah pada orang lain.

kamu boleh tidak tahu jalan, tapi orang lain belum tentu tidak tahu jalan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel